Kamis, 18 April 2013

Rekaman Video Tari Bugil Dua Pelajar Beredar di-Bima

Kota Bima, Garda Asakota.-  
Belum hilang dari ingatan sejumlah kasus video mesum yang dilakukan oleh oknum anggota Polisi AR dan kasus video mesum yang juga dilakukan oleh salah satu oknum siswi SMKN-1 Kota Bima beberapa waktu lalu, kini masyarakat Bima kembali digegerkan dengan beredarnya video tarian telanjang  tanpa busana yang diduga diperankan oleh dua orang pelajar perempuan.
Rekaman video yang berdurasi 1 menit 8 detik itu merebak begitu cepat di tengah masyarakat selama sepekan terakhir, dan hal ini pula menjadi pembicaraan utama serta tontonan gratis bagi warga Bima.
Hingga berita ini diturunkan, belum diidentifikasi siapa dua remaja yang memperagakan kemolekan tubuhnya itu di hadapan kamera. Namun rumor menyebutkan satu diantara remaja penari bugil atau lebih dikenal ‘streaptease’ tersebut merupakan pelajar asal SMAN-3 Kota Bima berinisial YM (17), warga Kelurahan Rabadompu, hal tersebut masih terus ditelusuri kebenarannya. Kapolres Bima Kota, AKBP Kumbul KS, SIK,SH, yang dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkat terkait hal itu mengaku baru mendapat informasi. Pihaknya akan segera menyelidiki kasus video yang kesekian kalinya mencoreng citra Kota Bima tersebut. “Kita baru tahu informasinya. Kita akan segera selidiki,” ujar Kapolres, kemarin.
Melihat spesifikasi video tertulis tanggal pembuatan belum lama ini yakni 4 Januari 2013 lalu pukul 11.17 wita, ukuran 4,58 megabite, dengan format video 3 GPP Audio/Video. Latar tempat yang dipakai sepertinya dalam ruangan kamar hotel atau kantor karena hanya terlihat pendingin ruangan (AC) dan sofa berwarna hijau dipasang mengitari tembok cat putih.
Nah, kedua remaja putri itu berlenggak di atas meja layaknya penari profesional tanpa sehelai kain pun yang menutupi. Liukan tubuh mereka tanpa malu diumbar mengiringi musik bernada disko seperti didalam ruangan diskotik. Pada detik ke 34 terlihat tangan seorang pria memakai topi terbalik dengan memegang kamera saku memotret aksi kedua remaja tersebut.
Hal itu seolah menggambarkan bahwa disekitar dua remaja penari itu ada beberapa kaum adam yang menikmati tontotan tidak mendidik tersebut. Tidak hanya itu, satu diantara remaja penari berperawakan kecil terlihat kegirangan menari sambil memegang sejumlah lembaran kertas yang terlihat seperti uang. Seolah keduanya telah disawer untuk menari dihadapan para pria di dalam ruangan. Diperparah lagi pada akhir video, tangan pria yang terlihat sebelumnya kembali terekam kamera hendak memegang area terlarang penari.
Terkait dengan beredarnya video yang diduga salah satu siswi dari SMAN-3 Kota Bima, pihak SMAN 3 Kota Bima melalui Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Kurikulum, Drs. M. Saleh A. Hamid, membenarkan ada siswanya bernama YM (17), siswa Kelas XI IPS satu. Kepada wartawan Jumat (5/4), M. Saleh mengaku, begitu mendengar adanya itu isu itu pihaknya telah memanggil YM dan orangtuanya pada Rabu (3/4) untuk dilakukan klarifikasi. Berdasarkan keterangan YM kepada bagian Bimbingan Konseling (BK) YM telah membantah dengan keras kalau dirinya yang dituduh sebagai aktris dalam video tari bugil tersebut. “Dari isu tersebut pihak sekolah sudah mengambil langkah sesuai dengan aturan. YM kita panggil dan lakukan pemeriksaan tetapi dia membantah keras bukan dirinya dalam video,” jelasnya saat ditemui sejumlah media di SMAN-3.
Pengakuan yang sama juga disampaikan orangtua YM, kepada pihak sekolah saat pemeriksaan terhadap YM, pihaknya tidak memberikan keterangan pasti bahwa itu YM putri mereka walaupun ada kemiripan. Berdasarkan pengakuan itu pihak sekolah tidak bisa menvonis kecuali nanti ada pembuktian lain dari pihak yang berkompeten sehingga bisa menentukan sikap selanjutnya. “Sekolah sudah membuat berita acara pemeriksaan terkait pemanggilan YM bersama orangtuanya Rabu lalu. Selanjutnya kita serahkan kepada Kepolisian untuk menanganinya secara hukum,” jelasnya. Pihaknya tidak bisa proaktif mencari tahu apalagi melapor Polisi karena pemanggilan untuk klarifikasi sudah dilakukan dan yang bersangkutan membantah. Kalau hasil pembuktian lain nantinya benar, pihak sekolah akan mengambil sikap setelah melalui rapat bersama dewan guru.
“Apakah dikembalikan kepada orangtuanya atau bagaimana itu tergantung hasil rapat dewan guru. Tapi kita lihat hasil pembuktiannya dulu,” katanya. Selain itu Wakasek mengaku sudah dua hari ini YM tidak pernah hadir di sekolah pasca dipanggil terkait kasus itu, dirinya mengakui pula selama dua hari terakhir sejak hari Kamis lalu YM tidak hadir. Meski begitu, dirinya tidak bisa mengaitkan apakah ketidak-hadiran itu lantaran persoalan video atau tidak. (GA. 355*)

0 komentar:

Poskan Komentar