Bima, Garda Asakota.-
Sedikitnya
ada sepuluh (10) ruangan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Sekolah Menengah
Pertama Negeri (SMPN)-3 Sape Kabupaten Bima yang rusak parah. Kondisi ini
tentu-saja memunculkan rasa wasa-was dan kekhawatiran bagi para
murid maupun Dewan Guru.
Salah
seorang Siswa yang enggan dikorankan namanya kepada media ini menggambarkan
rasa kehawatirannya terhadap kondisi fisik ruangan KBM yang sangat
memprihatinkan itu.
“Kami sangat takut pak bila sedang berada di dalam
ruangan, apalgi saat belajar. Takut bila sewaktu-waktu gedung rubuh seperti
kejadian di sejumlah seolah lain hingga menyebabkan siswa menjadi korban.
Makanya kami takut pak, jangan sampai terjadi hal semacam itu pada diri kami,”
ujarnya.
Diapun
memberi contoh kondisi ruangannya di kelas I yang terlihat sudah sangat parah.
“Saya pribadi dan teman-teman lain tidak bisa belajar dengan tenang bila
melihat kondisi ruangan, sudah rusak parah. Ini diibaratkan BOM Waktu,
tinggal menunggu waktunya untuk meledak,” cetusnya. Kepala SMPN-3 Sape, Imam
Mujaddin, S.Pd, mengakui di sekolahnya terdapat sepuluh (10) ruangan Kegiatan
Belajar Mengajar yang rusak parah antara lain ruang kelas I, II, dan ruangan kelas III, termasuk ruangan
Perpustakaan. “Namun Insya’Allah mudah-mudahan dalam waktu secepatnya akan
segera direhab, karena ditakutkan jika hal ini tidak secepat mungkin
diperhatikan akan mengakibatkan sejumlah ruangan itu roboh dan hancur.
Takutnya, siswa jadi korban,” ucapnya.
Menurut
Imam, kondisi ruangan KBM SMPN-3 Sape sudah dilirik oleh Pemkab Bima. Bahkan
kata dia, satu minggu yang lalu ada Tim Dikmen Dikpora Kabupaten Bima yang
telah melakukan survey. “Dan hasilnya menurut pengakuan dari Tim
Survei itu akan segera direhab. Dan saya sebagai kepala rumah tangga pada
SMPN-3 Sape ini hanya berharap semoga ruangan RKBM ini segera direhab dan
kepada seluruh dewan guru dan seluruh siswa SMPN-3 Sape dimohon untuk
bersabar,” tandasnya. (GA. 333*)