![]() |
Rakor bersama antara Pemkab Bima dengan pihak BNPB dalam rangka penanganan darurat bencana. |
Kabupaten Bima, Garda Asakota.-
Tahun Anggaran 2023 ini, Pemkab Bima mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp21 Miliar, bantuan penanganan infrastruktur darurat bencana alam untuk dialokasikan pada 35 lokasi prioritas.
Selama dua hari, Tim BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) didampingi OPD terkait, melakukan verifikasi lapangan di Kecamatan Palibelo, Woha, Bolo, Madapangga, Lambitu, Ambalawi, Wera, Sape, Wawo dan Langgudu
Tim ini dipimpin oleh Rudy Supriadi JF Penata Penanggulangan Bencana Ahli Madya pada Direktorat Dukungan Infrastruktur Darurat bersama dua personel yaitu M. Nafis dan Edwar Steven Sugiarto staf Direktorat Dukungan Infrastruktur Darurat.
"Selama dua hari kegiatan peninjauan dan verifikasi lapangan, Tim BNPB akan mengoptimalkan penanganan kebutuhan masyarakat dan hasil peninjauan akan menjadi acuan rekomendasi Pimpinan BNPB dalam penentuan penanganan skala prioritas bantuan," ungkap Rudy, Senin (21/8/2023) saat melakukan Rapat Penanganan Darurat Bencana dengan jajaran Pemerintah Kabupaten Bima di RM. BBA Dorobelo.
Rudy menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dari jajaran Pemerintah Kabupaten Bima. Menurutnya, kehadiran Tim BNPB di tengah upaya pemerintah daerah dalam penanganan bencana diharapkan memiliki pandangan yang sama terkait skala prioritas penentuan dukungan yang akan diberikan
Sementara, Wakil Bupati Drs. H. Dahlan M. Noer, juga menyampaikan apresiasinya kepada BNPB karena menjadikan kabupaten Bima sebagai salah satu daerah prioritas penanganan konstruksi pasca bencana.
Dia berharap Kabupaten Bima mendapatkan dukungan dana siap pakai (DSP) perbaikan infrastruktur darurat dari BNPB sebagai bukti ikhtiar nyata dalam membangun. Kata Wabup yang saat itu didampingi Kalak BPBD Drs. Isyrah, Kadis PUPR Suwandi, ST, MT, Kabag AP Setda Bohri Rahman ST, para Kabid Dinas PUPR dan para Kabid BPBD dan Kabid Bappeda. (GA. 212*)