![]() |
Direktur Poltekpar Lombok-NTB, Herry Rachmat Widjaja, saat menyampaikan sambutan diacara Forum Kehumasan Poltekpar Lombok di Desa Wisata Hijau Bilebante Lombok Tengah, Sabtu 18 Maret 2023. |
Mataram, Garda Asakota.-
Direktur Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Lombok Provinsi
Nusa Tenggara Barat (NTB), Herry Rachmat Widjaja, mengungkapkan Poltekpar Lombok
di tahun 2023 ini memperluas cakupan program pendampingan dan pembinaan Desa
Wisata yang ada di Provinsi NTB.
“Pada tahun 2021 dan 2022, kegiatan pendampingan Desa Wisata
di NTB hanya dilakukan pada empat (4) Kabupaten di Pulau Lombok dan satu (1)
Kabupaten di Pulau Sumbawa. Sekarang, di
tahun 2023 ini menjadi 10 Kabupaten dan Kota di NTB,” ungkapnya saat membuka
kegiatan Forum Kehumasan Poltekpar Lombok di Desa Wisata Hijau Bilebante Lombok
Tengah, Sabtu 18 Maret 2023.
Di tahun lalu, menurutnya, kegiatan pendampingan hanya
dilangsungkan selama tiga (3) hari saja.
“Akan tetapi di tahun 2023 ini kegiatan pendampingannya
dilakukan hampir selama 1 tahun dengan jenis kegiatan yang bersifat langsung
dan tidak langsung,” timpal pria yang dikenal ramah ini.
Kegiatan pendampingan dan pembinaan Desa Wisata tersebut
merupakan salah satu wujud dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang
diembannya.
“Hal itu wujud dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Salah satu kegiatannya adalah kegiatan pengabdian masyarakat di sepuluh (10) Desa
Wisata yang ada di 10 Kabupaten dan Kota yang ada di NTB. Salah satu Desa
Wisatanya adalah Desa Wisata Giong Siu Babakan Kota Mataram,” ujarnya.
Kegiatan pengabdian masyarakat yang melibatkan dosen-dosen
Poltekpar ini salah satu kegiatannya adalah dengan menggelar Focus Group
Discussion (FGD)
“Kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Wisata tersebut merupakan
kegiatan dengan konsep yang mungkin dianggap lama, akan tetapi ditempat kami
adalah hal yang baru,” terangnya.
Selama kegiatan pendampingan itu berlangsung, dosen-dosen
Poltekpar menyiapkan waktu dan pikirannya untuk dimintai bantuan oleh pengelola
Desa Wisata maupun Dinas Pariwisata untuk membahas terkait pengembangan Desa
Wisata yang dibutuhkan di NTB.
“Ini merupakan sebuah model pendekatan atau skema yang kami
siapkan di tahun 2023 agar kami bisa lebih dekat lagi dengan masyarakat,
khususnya yang berkaitan dengan pengembangan Desa Wisata,” ujarnya.
Desa Wisata Hijau Bilebante sendiri menurutnya merupakan salah
satu Desa Wisata yang pernah dibina oleh Poltekpar Lombok di tahun 2017-2018.
Pihaknya berjanji akan melakukan pembinaan pada 90 Desa Wisata
yang ada di NTB. Hanya saja karena berbagai keterbatasan, hal itu akan
dilakukan secara perlahan.
“Butuh waktu karena kondisi tidak semuanya bisa langsung
disentuh,” timpalnya.
Lima Provinsi Menjadi Cakupan Pengembangan Poltekpar Lombok
Selain berkewajiban melakukan pengembangan sumberdaya
manusia pariwisata di NTB sebagai salah satu sarana pendukung pengembangan destinasi
super prioritas Mandalika, Poltekpar Lombok juga memiliki cakupan wilayah pengembangan
sumberdaya manusia yang harus dikembangkan yakni di Kalimantan Timur dan
Kalimantan Tengah serta Maluku dan Maluku Utara.
“Jadi ada 5 Provinsi yang menjadi tugas dan tanggungjawab Poltekpar
Lombok untuk dikembangkan SDM-nya di Bidang Pariwisata,” sebutnya.
Menurutnya, sekarang ada tim Poltekpar yang ke Morotai untuk
sebuah riset dan kajian setelah pada tahun sebelumnya ada juga kegiatan
pengembangan dan Bimtek kepada masyarakat yang ada di Morotai.
“Demikian juga di Kalimantan Timur, tahun lalu juga Poltekpar
Lombok menggelar kegiatan Bimtek kepada masyarakat yang ada di lokasi
pembangunan IKN berada,” sebutnya lagi.
Poltekpar Lombok menurutnya saat sekarang tengah merintis atau
sedang membuka program studi diluar kampus utamanya seperti PSBKU berada di
Sragen yang nantinya akan menjadi cikal bakal berdirinya Poltekpar Sragen.
“Kemudian di Manado yang akan menjadi cikal bakal berdirinya
Poltekpar Manado,” cetusnya.
Kuota Penerimaan Mahasiswa Baru Poltekpar Lombok Sebanyak
330 orang
Tahun Ajaran 2023 ini, Poltekpar Lombok akan menerima Mahasiswa
Baru.
“Masing-masing Poltekpar punya kuotanya. Kuota penerimaan
mahasiswa baru di Poltekpar Lombok sebanyak 330 orang di tahun 2023 ini,” kata
Herry Rachmat Widjaja.
Pendaftarannya sendiri menurutnya sudah dimulai dan akan
berakhir di tanggal 27 Mei 2023.
Ada dua jalur yang dapat dipilih untuk mendaftar sebagai
mahasiswa baru di Poltekpar Lombok yaitu melalui Seleksi Bersama Masuk
Perguruan Tinggi (SBMPT) dan melalui Seleksi Masuk Mandiri (SMN).
“Namun tentu dalam proses dan pelaksanaannya akan ada proses
yang terbarukan yaitu akan ada tes Bahasa Inggris, Wawancara, Psikotes dan
Kesehatan, atau yang disebut tes Skolastik. Dalam waktu dekat akan dibahas seperti
apa pelaksanaan tes skolastik tersebut,” terangnya.
“Masyarakat tidak perlu ragu lagi untuk berkuliah di Poltekpar Lombok karena Program Studinya sudah terakreditasi dan institusinya sudah terakreditasi,” pungkasnya. (GA. Im/Ese*)